It’s Over.

I'm gonna make this short and sweet: My break is over! Those who read the Moonchild's Musing Moments page must know by now that I've been going through some stuffs for the past few months. I felt so weak and defeated that I didn't even have the energy to daydream, let alone come up with … Continue reading It’s Over.

Announcement

For those few people who are kind enough to still follow this project, please note that Tristan & Maya's story is currently on hold until further notice. The author has decided to take a break for the sake of her mental health. She doesn't know how long the slump will last, but she will do … Continue reading Announcement

Chapter 21: The Power of Observation (Part 2)

  Dari Berlin, Tristan dan rombongan melanjutkan petualangan mereka ke Hamburg. Berhubung Mike sang manajer dan ‘tetua’ masih di Los Angeles, kondisi di dalam bus menjadi lebih heboh layaknya sekumpulan remaja yang ditinggal orang tuanya sendirian di rumah selama akhir pekan. Alhasil perjalanan darat selama tiga jam itu dilalui dengan penuh kerusuhan dan canda tawa, … Continue reading Chapter 21: The Power of Observation (Part 2)

Chapter 21: The Power of Observation (Part 1)

  Saat Maya masuk ke kamar Tristan keesokan paginya untuk sarapan, dia menyadari ada sesuatu yang berbeda. Sembari menarik kursi di sebelah Tristan, dia mengecek sekeliling. “Mike kemana?”   Tristan tidak langsung menjawab, mulutnya asyik mengunyah roti dan tangannya sibuk menuangkan teh panas untuk Maya.   “He’s back in L.A.” Jemima tiba-tiba menjawab, membuat Maya … Continue reading Chapter 21: The Power of Observation (Part 1)

Chapter 20 : Someone in the Crowd (Part 2)

Tristan berjalan secepat mungkin ke green room, meninggalkan Clint, Greta, dan Angie yang masih bersantai di belakang panggung. Jemima berlari-lari kecil di belakangnya sambil memegang sehelai handuk kecil dan sebotol air minum. “You came!” Tristan tidak bisa menahan diri dan berseru dengan ceria begitu membuka pintu dan melihat Maya duduk di sofa. Maya tersenyum kecil, … Continue reading Chapter 20 : Someone in the Crowd (Part 2)

Chapter 20 : Someone in the Crowd (Part 1)

“Just thought you’d want to know.” Tristan, yang sedang berjalan menuju panggung untuk memulai soundcheck bersama ketiga anggota band-nya, hampir tersandung ketika Jemima tiba-tiba menyodorkan ponselnya. Di layar, terpampang foto dirinya tengah menggandeng tangan perempuan yang wajahnya tidak kelihatan karena berpaling ke arah lain. “It’s all over Instagram.” Ujar Jemima sebelum Tristan sempat bertanya. “I’ve gotta … Continue reading Chapter 20 : Someone in the Crowd (Part 1)

Chapter 19: Books & Murals

  “You know, the whole point of staying for three days in each city is so you can rest before and after the concert.” Mike bergumam sambil berkacak pinggang. “Going around the city with your lady friend isn’t exactly resting, is it?”   Tristan, yang daritadi sibuk berjalan kesana-kemari untuk mencari kacamatanya, langsung berhenti dan … Continue reading Chapter 19: Books & Murals